Teknik Mudah Menggunakan Alat Teropong Telur

Panduan & Cara MUDAH Menggunakan Alat Teropong Telur Tetas

Posted on

Teknik Mudah Peneropongan Telur Tetas

» Candling (baca: meneropong telur) adalah sebuah aktivitas wajib yang harus dilakukan oleh para pengguna mesin penetas telur, baik skala rumah tangga ataupun skala produksi.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan proses penetasan dan meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh telur-telur yang tidak bisa menetas.

Dengan kata lain, meneropong telur akan memudahkan seorang penetas untuk mengetahui apakah sebutir telur layak ditetaskan atau tidak.

Mari kita bahas lebih detail.

Apa Manfaat Peneropongan Telur?

Bagi seorang Operator Mesin Penetas Telur, melakukan candling akan memberikan beberapa manfaat, antara lain :

  • Mengetahui telur-telur mana sajakah yang fertil (telah dibuahi oleh induk pejantan) yang nantinya akan menetas menjadi seekor anakan unggas.
  • Mengidentifikasi telur-telur fertil yang berhenti berkembang pada suatu saat selama proses inkubasi (bad eggs)
  • Menghindari kontaminasi bakteri selama proses inkubasi yang diakibatkan oleh telur-telur yang akan membusuk (bahkan di suatu kasus, telurnya meledak).
  • Mengetahui tahap-tahap perkembangan embrio dari hari ke hari sampai menetas.

Bagaimana Cara Meneropong Telur?

Penggunaan Alat Teropong Telur di ruang gelap
Penampakan pada saat menggunakan Alat Peneropng Telur di ruang gelap

Proses candling dilakukan dengan cara menyinari sebutir telur dengan seberkas cahaya terang (makin terang makin bagus) sehingga tampak jelas isi dan kondisi yang ada di dalam cangkang telur.

Candling tidak merusak embrio di dalam telur selama sumber cahayanya tidak banyak mengeluarkan radiasi panas (gunakan lampu LED) serta waktunya tidak terlalu lama berada di luar mesin tetas.

Idealnya adalah melihat sekilas saja apa yang terjadi di dalam telur.

Teknik ini sangat sederhana dan berlaku untuk hampir semua jenis unggas seperti telur ayam, bebek, itik, kenari, puyuh, lovebird, murai batu, walet, kalkun, dan lain sebagainya.

Anda bisa membuat sendiri alat peneropong telur dengan cara sederhana. Namun jika Anda terkendala waktu untuk membuatnya, telah tersedia produk teropong telur dengan harga terjangkau. Silahkan cek disini.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Peneropongan?

Normalnya peneropongan awal dilakukan pada hari ke-3 sampai ke-5 inkubasi. Jika ditemukan telur yang tidak fertil, pisahkan dan masih bisa dikonsumsi.

Masa inkubasi paling kritis selama proses perkembangan embrio adalah di minggu pertama. Banyak yang akan terjadi setelah satu minggu tersebut, dan Anda akan merasa lebih “yakin” pada telur-telur mana saja yang akan menetas.

Untuk mata yang belum terlatih, mungkin akan merasa kesulitan untuk melihat perkembangannya dalam beberapa hari pertama.

Tips-tips saat melakukan peneropongan telur:

  • Jika kesulitan melihat isi telur, coba matikan beberapa lampu atau masuk ke ruang yang lebih gelap.
  • Telur boleh berada di luar mesin tetas hingga 30 menit, tapi yang terbaik adalah mengembalikannya sesegera mungkin.
  • Peneropongan bisa dilakukaan setiap hari jika Anda mau.
  • Pastikan tangan Anda bersih dan kering. Minyak dari jari-jari Anda bisa menyumbat pori-pori di cangkang telur yang menyebabkan embrio kesulitan mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya.

Hasil Peneropongan Telur

Beberapa kondisi penampakan telur yang bisa ditemukan pada saat melakukan peneropongan telur yaitu : Embrio Hidup (kemungkinan besar bisa menetas), Embrio Mati di Awal (tidak bisa menetas), Telur Infertil (embrio tidak bisa muncul), dan Embrio Mati di Akhir (calon anakan yang sudah tumbuh sempurna mati sebelum menetas).

Mengetahui kondisi di dalam telur dengan alat teropong telur.
Candling telur menampakkan beberapa kondisi seperti di atas.

Berikut ini adalah foto candling (dokumentasi visual) dari perkembangan embrio pada Telur Ayam (inkubasi 21 hari) dan Telur Bebek (inkubasi 28 hari) yang bisa menjadi rujukan/pembanding pada saat Anda melakukan candling pada telur-telur tetas Anda.

Dengan mengamati kedua foto dibawah ini, Anda akan lebih mudah mengetahui, apakah perkembangan telur-telur tetas Anda sudah sesuai jalur atau tidak.

Contoh Hasil peneropongan telur ayam yang bisa dijadikan rujukan
Beberapa tahapan perkembangbiakan embrio Ayam hasil peneropongan telur. Credit: incubatorwarehouse.com

 

Hasil peneropongan telur bebek yang bisa dijadikan rujukan
Hasil Peneropongan telur bebek yang dilakukan setiap 2 hari sekali.

Kedua jenis telur unggas tersebut (ayam dan bebek) sangat populer untuk di tetaskan sehingga digunakan sebagai contoh dalam pembahasan ini.

Untuk jenis telur unggas lainnya, bisa diidentikkan hasil peneropongannya dengan gambar di atas.

Ada juga sebuah hasil percobaan dan penelitian yang bisa dilihat dengan mata telanjang (lihat gambar di bawah), bagaimana sebuah telur ayam (tanpa cangkang) mengalami perkembangan dari hari ke hari, mulai dalam bentuk embrio sampai menjadi anakan ayam.

Tampilan nyata pada saat melakukan peneropongan telur tetasLebih detailnya, berikut ini proses perkembangan embrio dari hari pertama hingga menetas.

Hari ke-1. Mulai tampak perkembangan jaringan embrio.

Hari ke-2. Perkembangan jaringan embrio makin jelas disertai dengan mulai munculnya pembuluh darah.

Hari ke-3. Jantung berdenyut. Pembuluh darah semakin tampak jelas.

Hari ke-4. Pembentukan mata.

Hari ke-5. Pembentukan siku (di bagian sayap) dan lutut di bagian kaki.

Hari ke-6. Paruh mulai muncul. Embrio mulai sering bergerak.

Hari ke-7. Pertumbuhan jengger. Pertumbuhan ujung lancip paruh.

Hari ke-8. Muncul area tempat tumbuh bulu. Paruh atas dan bawah makin tumbuh dengan panjang yang sama.

Hari ke-9. Embrio mulai berbentuk seperti ayam.

Hari ke-10. Cakar mulai terbentuk.

Hari ke-11. Jengger mulai bergerigi. Bulu ekor mulai tumbuh.

Hari ke-12. Cakar telah terbentuk sempurna. Beberapa bulu telah tumbuh sempurna.

Hari ke-13. Muncul sisik pada kaki. Bulu mulai menutupi sebagian kecil tubuh embrio.

Hari ke-14. Embrio menggerakkan kepalanya menuju bagian tumpul telur.

Hari ke-15. Usus masuk ke dalam embrio.

Hari ke-16. Seluruh tubuh telah diselimuti oleh bulu. Putih telur hampir habis seluruhnya.

Hari ke-17. Cairan ketuban berkurang.

Hari ke-18. Perkembangan embrio hampir sempurna. Kantung kuning telur masih berada di luar embrio.

Hari ke-19. Kuning telur mulai memasuki tubuh embrio. Cairan ketuban habis. Embrio menempati hampir seluruh bagian dalam telur (masih ada rongga udara).

Hari ke-20. Kuning telur sudah masuk seluruhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio telah tumbuh sempurna menjadi seekor anakan yang mulai bernafas dari rongga udara. Anakan mulai memecahkan cangkang telurnya.

Hari ke-21. Umumnya, anakan sudah menetas keluar dari cangkang telur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.