Cara Kerja Mesin Penetas Telur yang TERBUKTI Berhasil

Posted on

Cara Kerja Mesin Penetas Telur Paling Ideal

cara kerja mesin penetas telur unggas
thepoultryguide.com

Apa itu Mesin Penetas Telur?

Mesin penetas telur adalah sebuah alat bantu untuk menciptakan suatu kondisi/lingkungan terbaik agar sebutir telur bisa “dierami” (diinkubasi) yang pada akhirnya telur bisa ditetaskan.

Fungsi mesin ini akan mengambil alih peran seekor induk pada saat mengerami telur-telurnya secara alami.

Secara umum, mesin ini tidak hanya bisa menetaskan telur-telur unggas saja, tetapi bisa juga digunakan untuk menetaskan telur-telur reptil (yang kenyataannya jarang dilakukan).

Mesin ini mengakomodasi perkembangbiakan janin yang ada di dalam telur tanpa membutuhkan kehadiran seekor induk untuk menghangatkan telur-telurnya.

Secara khusus, untuk telur ayam akan menetas setelah kira-kira 21 hari, sedangkan telur unggas lainnya bisa membutuhkan waktu yang lebih singkat atau lebih lama.


Mengapa Menggunakan Alat Bantu Mesin Penetas?

Mesin penetas mampu menetaskan banyak telur dalam satu waktu dan lebih bisa diandalkan hasilnya jika dibandingkan dengan induk ayam itu sendiri.

Ketika Anda membiarkan seekor induk ayam mengerami telur-telurnya, maka dia akan berhenti bertelur sejak pertama kali dia “menduduki” telur sampai tahap dia merawat anak-anaknya.

Artinya, Anda akan kehilangan banyak sekali potensi untuk mendapatkan anak-anak ayam baru yang bisa ditetaskan menggunakan Mesin Penetas.

Jika Anda senantiasa mengambil telur-telur dari sarang induk ayam, maka insyaallaah dia akan rutin bertelur yang nantinya bisa Anda manfaatkan untuk ditetaskan di dalam Mesin Penetas.

Seekor ayam betina mampu menetaskan sekitar 20 – 30 ekor anak ayam setiap tahunnya. Secara teori, jika Anda hanya memanfaatkan induk ayam tersebut untuk bertelur saja, kemudian telur-telurnya ditetaskan di dalam Mesin Penetas, maka Anda sangat berkemungkinan untuk menghasilkan sekitar 300 anak ayam per tahunnya dari induk ayam yang sama.

Itu artinya efisiensinya meningkat sangat tinggi, hampir 1000%.

Adakah alasan lainnya?

Selain karena pertimbangan ingin meningkatkan produktivitas telur dan hasil tetasannya, ada beberapa alasan lain mengapa diputuskan untuk menggunakan mesin penetas telur. Antara lain:

  1. Menghindari ancaman pemangsa/predator yang bisa mencelakai induk ayam atau merusak telur jika tetap melakukan pengeraman telur secara alami.
  2. Seorang peternak ingin menetaskan telur-telur fertil yang baru dibelinya, akan tetapi pada saat itu tidak ada satupun induk-induk ayamnya yang siap untuk mengerami.

Bagaimana Cara Kerja Mesin Penetas Telur?

Sebuah mesin penetas telur di desain untuk bisa menciptakan lingkungan dan kondisi ideal yang menyerupai/mirip dengan atmosfer proses pengeraman yang dilakukan oleh si induk secara alami.

Atmosfer ini bisa tercipta karena desain cara kerja mesin penetas telur di buat sedemikian rupa untuk mengatur empat faktor penting yaitu distribusi temperatur (suhu) pada ruang inkubator; kelembaban ruang inkubator; jumlah pemutaran telur; dan ventilasi.

Distribusi Temperatur

Kestabilan temperatur bisa dicapai dengan memanfaatkan sebuah alat pengatur suhu yang dipasang di dalam ruang inkubator. Alat ini disebut Thermostat yang bekerja secara otomatis.

fungsi thermostat pada mesin penetas telur
Thermostat Kapsul (sumber: ufs-aviculture.fr)

Gambaran umumnya, thermostat ini akan menyalakan pemanas (lampu bohlam) untuk menaikkan suhu, dan mematikan pemanas untuk menurunkan suhu. Tentunya untuk mengetahui naik turunnya suhu, digunakan alat lainnya yaitu thermometer.

thermostat digital plus thermometer mesin penetas telur
Thermostat Digital dilengkapi dengan Thermometer (sumber: dhresource.com)

Untuk ayam, suhu penetasan telur nya berkisar 38,9ºC (102ºF). Sedangkan jenis unggas lainnya, bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Kelembaban Ruang Inkubator

Permukaan cangkang telur memiliki pori-pori yang memudahkan keluar / masuknya air dari / ke dalam telur. Semua telur, baik yang di inkubasi (dierami) atau tidak, secara perlahan akan mengering.

Jumlah air yang keluar dari dalam telur selama proses inkubasi adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jumlah ini ditentukan oleh tingkat kelembaban di dalam ruang inkubator.

Tingkat kelembaban yang rendah akan menyebabkan telur lebih cepat mengering jika dibandingkan dengan tingkat kelembaban yang lebih tinggi.

Kelembaban di dalam ruang inkubator diperoleh dengan cara memasukkan sebuah wadah yang berisi air.

Pemutaran Telur

Pemutaran telur dilakukan untuk membolak-balik telur agar distribusi temperatur di permukaan telur lebih merata. Tujuan lainnya agar embrio telur tidak menempel di permukaan bagian dalam cangkang telur.

Semakin sering diputar, hasilnya akan semakin baik.

Pemutaran telur ini bisa dilakukan dalam tiga cara, tergantung tipe mesin penetas apa yang digunakan (Manual, Semi Otomatis, atau Full Otomatis).

1. Mesin Penetas Manual

Telur diputar manual pada mesin penetas sederhana
Mesin Penetas Manual (sumber: thepoultryguide.com)

Tipe mesin penetas ini paling ribet, Anda diharuskan untuk membolak balik telur satu per satu secara manual.

2. Mesin Penetas Semi Otomatis

handel putar mesin penetas telur semi otomatis
Handel Hitam untuk menggerakkan Rak Telur (sumber: jualo.com)

Tipe mesin ini sedikit lebih mudah, karena Anda cukup menarik/mendorong tuas yang akan memutar telur secara bersamaan.

3. Mesin Penetas Full Otomatis

pemutaran telur oleh mesin penetas telur full otomatis
Telur Diputar Secara Otomatis oleh Mesin (sumber: tokomesinmadiun.com)

Tipe ini paling simpel karena proses pemutaran telur dilakukan semuanya olen mesin otomatis.

Ventilasi Udara

Kehadiran ventilasi sangat erat kaitannya dengan kelembaban. Jika kelembabannya terlalu tinggi, maka jumlah lubang ventilasi harus diperbanyak.


Kesimpulan

Ada empat faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mesin penetas telur, yaitu Temperatur, Kelembaban, Pemutaran Telur, dan Ventilasi Udara.

Mudah-mudahan dengan memahami cara kerja mesin penetas telur ini secara menyeluruh, Anda akan mampu menganalisa dan mengatasi permasalahan seputar proses penetasan telur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.