Hygrometer untuk Mengukur Kelembaban Mesin Tetas

Cara MUDAH Mengatur Kelembaban Mesin Tetas Yang Efisien

Posted on

Mengatur Kelembaban Udara Mesin Tetas Ayam dan Bebek

Jika Anda seorang Peternak ataupun Penghobi Unggas, pastilah memahami bahwasannya salah satu faktor yang berperan penting dalam proses penetasan telur adalah Kelembaban.

Sebenarnya, apa sih hubungan antara Kelembaban dengan Proses Penetasan?

Mari kita bahas.

Apa itu Kelembaban?

Kelembaban adalah kandungan uap air yang terdapat di dalam udara (baca: tingkat kebasahan udara). Sifat Kelembaban udara bertolak belakang dengan Suhu/Temperatur. Kelembaban akan Tinggi jika Suhu Rendah, dan begitu juga sebaliknya.

Penetasan Telur vs Kelembaban

Komposisi terbesar penyusun sebutir telur adalah Air, yang mana kandungannya sekitar 70% dari berat telur.

Ketika Telur dipanasi di dalam mesin tetas, telur akan mengalami penguapan yang menyebabkan kadar air di dalam telur menjadi berkurang.

Laju pengurangan kadar air ini bergantung pada Tingkat Kelembaban Udara di sekitar telur (baca: di dalam Ruang Mesin Tetas). Semakin tinggi Kelembabannya, semakin tinggi pula kadar air yang hilang dari dalam telur.

Oleh karena itu, menjaga Tingkat Kelembaban adalah hal penting yang harus diperhatikan agar bisa mencegah penguapan air yang berlebihan dari dalam telur..

Pengaruh Kelembaban yang Tidak Optimal

Kurangnya Kelembaban di dalam ruang mesin tetas bisa berakibat pada beberapa kegagalan hasil tetasan. Antara lain:

  • Calon anakan mati “tenggelam” karena cairan berlebih di dalam telur.
  • Cangkang telur sudah retak tetapi tetap gagal menetas (telur masih keras)..
  • Bulu anakan lengket-lengket.
  • Anakan berukuran kecil.

Pengaturan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur

Produk Mesin Penetas Telur telah dirancang sedemikian rupa agar dapat menghasilkan Kelembaban secara alami yang cukup untuk membantu proses penetasan telur agar dapat berjalan dengan baik.

Kelembaban alamiah ini bisa dibuat hanya dengan memasukkan sebuah Bak Air atau Nampan yang berisi air ke dalam ruang mesin tetas.

Pada kondisi normal, kelembaban alamiah yang terbentuk berkisar antara 55-60%, dan ini sudah cukup untuk fase pengeraman dan penetasan untuk telur-telur yang bercangkang lunak seperti Telur Ayam dan Burung.

Sedangkan untuk telur bercangkang keras (seperti Telur Bebek, Itik, dan sejenisnya), dibutuhkan Tingkat Kelembaban yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan telur bercangkang lunak.

Cara termudah untuk menaikkan kelembaban di dalam mesin tetas adalah dengan menggunakan nampan yang lebih besar. Atau jika tidak memungkinkan, gunakan spon agak basah, lalu letakkan di sekitar nampan. Banyaknya spon yang digunakan ini tergantung kebutuhan.

Cara-cara tersebut bertujuan untuk menambah luas permukaan air yang bisa menguap untuk menaikkan Kelembaban ruang mesin tetas hingga menjadi kisaran 65-75%. Cara ini lebih praktis dan hemat biaya jika dibandingkan harus membeli alat tambahan untuk menaikkan Tingkat Kelembabannya.

Catatan:

  • Tips lainnya untuk tiga hari terakhir proses penetasan (Telur Ayam hari ke 19-21, Telur Bebek hari ke 26-28) adalah dengan menaikkan posisi nampan agar lebih dekat dengan bagian bawah telur-telur yang ditetaskan, karena secara alami kelembaban akan terkonsentrasi hanya beberapa centimeter saja dari permukaan air.
  • Agar alat elektronik di dalam mesin penetas tetap awet, kelembaban maksimum yang diperbolehkan adalah 80%

Cara Mengetahui Tingkat Kelembaban Ideal

Cara mudah untuk mengetahui tingkat kelembaban di dalam mesin tetas adalah dengan menggunakan Hygrometer.

Ada pula sebuah pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengecek apakah tingkat kelembaban yang disetting sudah cukup atau tidak. Caranya adalah dengan melihat besarnya Kantung Udara yang terbentuk untuk beberapa macam hari hingga menjelang hari terakhir penetasan.

Bagaimana cara mengetahui besaran kantung udaranya?

Lakukan Peneropongan Telur (Candling), lalu tandai kantung udara yang terlihat dengan memberikan coretan di permukaan cangkang menggunakan Pensil.

Bandingkan hasil coretan tersebut dengan gambar di bawah ini (PRINT terlebih dahulu).

Cara untuk menentukan kelembaban mesin tetas
Pertambahan ukuran Kantung Udara pada Telur Ayam (Kiri) dan Telur Bebek (Kanan). backyardchickens.com

Catatan:

  • Jika kantung udaranya terlalu kecil, maka Kelembaban mesin tetasnya terlalu tinggi.
  • Jika kantung udaranya terlalu besar, maka kelembaban mesin tetas Anda terlalu rendah.

Hasilnya tentu tidak akan sama persis, karena ini hanya pendekatan saja. Tapi paling tidak bisa memberikan gambaran mengenai tingkat kelembaban yang ada di ruang mesin tetas Anda.

Silahkan baca informasi detailnya di Cara Meneropong Telur pada Proses Penetasan Telur.

Kesimpulan

Teknik atau cara menaikkan tingkat kelembaban yang telah dijelaskan di atas hanya berlaku untuk Mesin Penetas berkapasitas Kecil atau Sedang. Penggunaan alat-alat tambahan akan menjadikan mesin tetas tersebut menjadi tidak efisien dan tidak efektif baik dari sisi biaya ataupun desainnya.

Peralatan tambahan seperti Pemanas Air, Aerator, ataupun Kontroller akan lebih cocok digunakan untuk mesin tetas berkapasitas besar agar tingkat kelembabannya lebih merata di semua titik di dalam ruang mesin tetas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.