Suhu Penetasan Telur untuk Mesin Tetas

Posted on

Suhu Penetasan Telur

» Menetaskan telur adalah sebuah pengalaman yang paling menarik, bermanfaat, dan sangat memuaskan, terutama ketika unggas-unggas kecil itu berhasil melewati seluruh proses penetasan.

Jika Anda memutuskan akan menetaskan telur-telur itu dengan Alat Mesin Penetas Telur sederhana, penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi kerja yang benar terkait suhu dan kelembaban inkubatornya.

Faktor terpenting dari keduanya adalah suhu yang fungsinya untuk “mengerami” telur agar bisa menetas.

Pertanyaannya adalah, berapakah suhu penetasan telur yang optimal?

Baca terus ntuk mengetahui jawabannya.

Mengapa Suhu Penetasan Telur Harus Optimal?

Suhu merupakan salah satu faktor fisik yang menentukan keberhasilan proses inkubasi. Oleh karena itu, penting sekali untuk menentukan dan menggunakan Suhu Optimal yang bisa menghasilkan daya tetas tertinggi dan kualitas penetasan terbaik.

Suhu Optimum untuk inkubasi telur unggas berada pada kisaran nilai dengan rentang yang cukup lebar mulai dari 33ºC sampai 39ºC. Khusus untuk ayam, rentang suhu optimumnya lebih sempit antara 37ºC sampai 38ºC. dianggap optimal untuk unggas piaraan (domestik).

Pengaruh Suhu pada Penetasan Telur

Efek suhu inkubasi terhadap daya tetas telur dan kualitas penetasan dapat dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap panjang (waktu) inkubasi dan banyaknya air yang hilang selama proses inkubasi. Efek seperti itu akan muncul bergantung pada seberapa lama dan seberapa intens (sering) terjadi pergeseran dari Suhu Optimum. Menurut Givisiez, kenaikan 1ºC (38,8ºC) di atas suhu optimum inkubasi (37,8ºC) yang dimulai pada hari ke-13 inkubasi menyebabkan penurunan yang signifikan terhadap tingkat penetasan telur ayam broiler, sedangkan efek tersebut tidak ditemukan saat suhu turun 1ºC (36,8ºC).

Perkembangan embrio akan tertunda (diperlambat) pada Suhu di bawah optimum. Dan sebaliknya akan dipercepat pada suhu di atas optimum. Dari beberapa literatur dan penelitian, adanya perbedaan tingkat perkembangan embrio yang diakibatkan oleh perubahan suhu inkubasi ini akan berdampak pada perbedaan berat badan anakan yang sudah menetas.

Kehilangan air (menguap) adalah sebuah proses normal yang terjadi selama inkubasi, biasanya 12% sampai 14% air yang hilang pada telur ayam pedaging dan ayam kalkun. Namun, kehilangan air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mempengaruhi proses perkembangan embrio, dan akibatnya akan berdampak pula pada daya tetas telur.

Suhu inkubasi di atas nilai optimal akan memicu terjadinya penguapan air yang berlebihan dari dalam telur (lebih tinggi dari 14%), dan menyebabkan kematian embrio akibat dehidrasi. Di sisi lain, ketika suhu di bawah nilai optimum, daya tetasnya akan berkurang karena kecilnya penguapan yang terjadi (<12%), yang menyebabkan hidrasi berlebihan pada embrio dan memburuknya pertukaran gas.

Suhu Mesin Tetas untuk Penetasan Telur

Berikut ini diberikan informasi terkait rentang suhu optimal yang diukur menggunakan termometer mesin tetas untuk beberapa jenis unggas.

Kesimpulan

Suhu atau temperatur adalah faktor penting yang perlu diperhatikan pada proses penetasan telur menggunakan mesin tetas.

Efek suhu yang tidak optimum adalah:

  1. Tingkat perkembangan embrio terlalu cepat jika suhu terlalu tinggi. Sebaliknya, perkembangannya menjadi lambat ketika suhu terlalu rendah. Perbedaan tingkat perkembangan embrio akan berdampak pada perbedaan berat anakan unggas tetasan.
  2. Embrio mudah mati akibat dehidrasi pada saat suhu terlalu tinggi.
  3. Daya tetas menurun ketika suhu terlalu rendah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.