Kualitas Termometer Mesin Tetas Mempengaruhi Hasil Ukur Suhu

Pentingnya Termometer Mesin Tetas

Posted on

Ada Apa dengan Termometer Mesin Tetas ?

Seberapa pentingkah peranan termometer dalam membantu keberhasilan proses penetasan telur?

Apa akibatnya jika termometer tidak menunjukkan hasil yang akurat dalam pengukurannya?

Pembahasan ini penting kiranya kami sampaikan, terutama bagi para Operator Pemula yang belum berpengalaman menggunakan mesin penetas telur.

Informasi yang Kami berikan berdasarkan fakta di lapangan, baik dari pengalaman pribadi maupun dari sumber-sumber terpercaya.

Berikut ini detailnya.

Pengalaman Menggunakan Termometer Mesin Tetas

Pada suatu waktu, kami pernah melakukan proses penetasan telur menggunakan mesin tetas yang termometernya sudah lama tidak digunakan.

Asumsi Kami, kinerja termometer tersebut masih akurat seperti pada awal penggunaannya.

Namun apakah yang terjadi?

Hingga hari ke-31, belum ada satupun telur yang berhasil menetas.

Setelah kami selidiki, ternyata masalah tersebut muncul disebabkan oleh hasil pengukuran termometer yang tidak akurat. Angka yang ditunjukkan lebih rendah 2°C dari suhu sebenarnya.

Dan terbukti, proses penetasan berikutnya berhasil dengan baik setelah menggunakan termometer baru.

Jenis Termometer Mesin Tetas

Sebagaimana disadur dari situs Wikipedia, istilah termometer berasal dari kata thermo (panas) dan meter (mengukur).

Artinya, termometer adalah alat bantu yang digunakan untuk mengukur suhu ataupun perubahan suhu pada sebuah materi.

Berdasarkan cara kerjanya, termometer yang digunakan pada Mesin Penetas Telur terbagi menjadi dua macam, yaitu Termometer Manual (menggunakan Air Raksa) dan Termometer Digital (menggunakan Sensor).

Sebagian orang berpendapat bahwa hasil pengukuran termometer air raksa lebih akurat dibandingkan termometer digital. Alasan ini dilatarbelakangi oleh beberapa keuntungan Air Raksa sebagai zat pengisi termometer, antara lain:

  • Mampu menyerap panas dari sebuah zat yang diukur dengan cepat.
  • Tidak membasahi dinding pipa kapiler pada termometer.
  • Mudah diamati karena warnanya mengkilat.
  • Sifat pemuaiannya sangat teratur dari suhu ke suhu.
  • Mudah terpanasi secara merata, sehingga perubahan suhu sangat cepat.
  • Rentang skala suhu cukup lebar, karena memiliki Titik Beku pada suhu -40°C dan Titik Didik pada suhu 360°C.

Akibat Termometer Mesin Tetas Tidak Akurat

Dari cuplikan cerita pengalaman kami sebelumnya, sedikit sudah disinggung tentang akibat menggunakan Termometer yang tidak akurat.

Namun, sebenarnya apa sih yang terjadi jika suhu pengukuran Lebih Rendah atau Lebih Tinggi dari Suhu Sebenarnya?

Berikut ini penjelasannya.

Suhu Lebih Rendah

Untuk durasi waktu yang tidak terlalu lama, suhu lebih rendah tidak terlalu berpengaruh pada daya tetasya, kecuali hanya memperlambat perkembangan embrio muda.

Sedangkan pada durasi yang lama, akan menyebabkan perkembangan organ-organ embrio menjadi tidak proposional. Akan muncul gangguan pada hati, peredaran darah, dan jantung

Suhu Lebih Tinggi

Ujung-ujungnya akan berakibat pada kematian (mortalitas). Beberapa skenarionya adalah:

  • Telur akan mengalami dehidrasi sehingga anakan yang dihasilkan akan lemah, lesu, dan kurang bergairah untuk makan. Akibatnya DOC menjadi kerdil dan mudah mati.
  • Pengoperasian mesin tetas pada suhu 43°C selama 30 menit akan berefek mematikan Embrio Ayam.
  • Bilapun Embrio tersebut tidak mati, akan ada permasalahan pada syaraf, ginjal, hati, peredaran darah, kebutaan, dan lain sebagainya yang berujung pada kematian.

Tips Mencegah Ketidakakuratan Termometer

Hasil Ukur Suhu dipengaruhi oleh Penempatan Termometer Mesin Tetas
Gambar menunjukkan Hasil Pengukuran Suhu Berbeda di beberapa titik dari atas ke bawah. Credit to brinsea.com.

Untuk menghindari hasil pengukuran yang tidak akurat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin mengkalibrasi termometer.
  • Jangan gunakan termometer air raksa yang ada celahnya (cairannya terputus).
  • Ketika posisi telur tidur (horizontal), letakkan ujung bawah termometer air raksa sejajar dengan posisi tertinggi telur.
  • Ketika posisi telur berdiri (vertikal), letakkan ujung bawah termometer  air raksa di atas puncak telur, jaraknya sekitar 0,5 cm.
  • Hindarkan sensor termometer digital menyentuh langsung cangkang telur.

Suhu Penetasan Telur untuk Beberapa Jenis Unggas

Tabel Suhu Penetasan Telur Ayam, Bebek, Entok, Burung Puyuh, Lovebird, Kenari, dan Murai Batu,

Info ini disadur dari situs sentralternak.com dengan sedikit perubahan dan penambahan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.